I Putu Adi Suanjaya yang biasa disebut Kencut adalah pelaku dari kejeniusan pameran 23 lukisan dan 3 boneka kontemporer yang dipamerkan di Kopi Kalyan Cikajang, Jakarta Selatan. Ia adalah seorang pelukis kontemporer lulusan Institut Seni Indonesia ( ISI ) Yogyakarta yang lahir di Bandung pada tanggal 25 September 1994.

“Kaum Mata Kancing” merupakan pameran tunggal pertama dari I Putu Adi Suanjaya (Kencut) yang dilaksanakan dari tanggal 19 Januari 2019 hingga 9 Februari 2019. Di pameran tunggal ini Kencut memilih Ary Indra sebagai kurator karyanya. Ary Indra, merupakan arsitek dari Aboday Architect di Kemang Selatan, dengan kejeniusannya dalam bidang arsitektur ia memberikan warna merah jambu disebagian besar tempat dalam interior Kopi Kalyan untuk membantu membangun suasana antusias untuk pameran perdana Kencut.

“Kaum Mata Kancing” adalah suatu perwujudan dari seniman itu sendiri, lebih jelasnya lagi kaum mata kancing memiliki mata yang berwujud kancing karena Kencut ingin menjelaskan bahwa seniman adalah manusia yang menolak melihat bentuk dunia luar, maka dari itu mata selaku jendela hati diganti menggunakan objek sebuah kancing yang menggambarkan perlindungan dan ketertutupan bagi suatu hal.

Dalam karya-karyanya Kencut mengambil masalah-masalah yang kita alami sehari-hari dalam kehidupan. Contohnya seperti makna dari lukisannya yang berjudul “Green Snake”    ( 2017 ) dan “Membebani” ( 2015 ).

Ary mengutip “Seperti paradoks bisu dalam “Green snake” dan ” Membebani” perilaku palsu berbungkus keramahan jadi pola hidup yang biasa. Tokoh- tokoh Kencut tumbuh sebagai pemain watak kelas satu di panggung sandiwara.” Ia menjelaskan bahwa kencut mengambil tema perilaku palsu dikedua lukisannya ini yang kita mungkin sering lakukan dan diperlakukan.

Secara garis besarnya Kencut ingin menggambarkan manusia sebagai mahluk tanpa jendela hati menjalani kehidupannya. Dari awal ia lahir ( Mengeluarkan benih . 2015 ) hingga membentuk karakter yang kuat seperti di ( Without The Rest .2018 ) yang menggambarkan bahwa objek atau tokoh yang diciptakan kencut menjadi pelindung bagi sekitarnya, bahkan ia terpaksa membunuh untuk mengamankan dunia.

Ary Indra berpendapat bahwa “Seperti sensasi menonton Star Wars, saya harus mengalami prequel dan sequel dari prosesnya berkarya untuk mengerti dengan jelas runtutan roman kehidupan yang diceritakan.”

Kencut dan Ary Indra juga membuat suatu pengalaman yang unik dalam berinteraksi dengan karya seninya. Yaitu dengan teknologi augmented reality dibeberapa lukisan yang dipamerkan dengan cara mendownload aplikasinya dan memindai kode di kanvas dan akan melihat gambar interaktif atau bergerak di gawai kita masing-masing.

Secara keseluruhan Kaum Mata Kancing merupakan pameran tunggal yang cukup menarik dari Kencut yang patut kita apresiasi. Karya-karya dari Kencut juga memiliki warna-warna yang mencolok dan terkesan lembut sehingga cocok dan sudah banyak yang memiliki kesan baik terhadap karyanya dan memfoto atau berfoto bersama karya-karya jeniusnya.

Jurnalis: Muhammad Kautsar

Editor: Yolia Kristanto