Magazines 2017-02-15T20:32:11+00:00

 M A G A Z I N E

 

 

Titik Dua Edisi #1: “Appreciate Yourself!”

Mengangkat bagaimana desain komunikasi visual diapresiasi dalam konteks kehidupan sehari-hari, bagaimana desain seharusnya mengambil peran dalam pola kehidupan masyarakat, bagaimana disiplin ilmu desain komunikasi visual seharusnya mampu memberi nilai tambah dalam kehidupan masyarakat.

Kontributor: . Bima Shaw . Eka Sofyan Rizal . Enrico Halim . Hanny Kardinata . James Darmawan . Karna Mustaqim .

Titik Dua Edisi #2: “Design Up to Its All Possibilities”

Memberikan perspektif yang luas dan mengajak pembaca untuk berpandangan terbuka tentang segala kemungkinan yang dapat dilakukan oleh keilmuan DKVnya sebagai pemecah masalah; baik dalam perannya sebagai profesi yang mampu menjawab bermacam tantangan komersial, maupun perannya sebagai media komunikasi interdisiplin ilmu. Hal ini juga mengingatkan kembali akan peran penting DKV dalam konteks kehidupan sehari-hari yang membentuk pola kehidupan bermasyarakat.

Kontributor: . Agus Wijaya . Andi Rharharha . Ario Kiswinar Teguh . Christiawan Lie . Eric Widjaja . Firman Widyasmara . I-View . Panji Khrisna . Richard Fang . Sari ‘Iwul’ Gumulya .

 
 

Titik Dua #3 “Suing Designationalism”

Edisi ke-3 Titik Dua telah terbit dengan mengangkat tema ‘Menggugat Nasionalisme – Suing Designationalism’ yang berangkat dari kegelisahan akan tanggung jawab ke-Indonesia-an yang disandangkan pada desain komunikasi visual hingga pada tahap praktiknya yang cenderung menghadirkan kreasi visual yang mediocre dan ‘seragam’. Dengan menghadirkan beragam aspek dan sudut pandang dalam ‘menggugat nasionalisme’, sajian Titik Dua edisi ke-3 ini mengajak pembaca untuk kembali mempertanyakan nasionalisme agar dapat menemukan pendekatan yang lebih luas sebagai pelaksana di dunia kreatif sekaligus sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Kontributor: . Ignatius Hermawan Tanzil . Kepak Garuda . Novita Angka . Mendiola B. Wiryawan . Rege Indrastudianto . Sumbo Tinarbuko . Zaky Arifin .

 
 

Titik Dua #4 “Finding The New One”

Kali ini Titik Dua mengangkat tema ‘Mencari Si Baru – Finding The New One’ untuk mengulik keserupaan visual yang banyak kita lihat dalam desain yang tentunya bukan sebuah pertanda kreatifitas. Padahal kreatifitas adalah senjata utama kita menjadi insan kreatif. Dalam edisi ke-4 ini, Titik Dua ingin mengajak para rekan kreatif untuk mempertanyakan kemampuannya dalam membuat suatu desain yang baru dan bersama – sama mencari dimana ‘Si Baru’, tentunya agar kita dapat menjadi insan kreatif yang sebenar – benarnya.

Kontributor: . Benny Fajarai . Tri Rahayu . Firman Lie . Wahyu Aditya . Iki Seyfa .

Titik Dua #5 “Mempertanyakan Kembali Pendidikan Desain Indonesia”

Pada edisi kali ini, Titik Dua mengangkat tema “Mempertanyakan Kembali Pendidikan Desain Indonesia” dimana peminat dari pendidikan ini tidak pernah surut, atau bahkan bertambah. Dengan menghadirkan beberapa poin dan sudut pandang mengenai pendidikan desain itu sendiri, Titik Dua edisi ke-5 ini ingin mengajak para pembaca untuk mempertanyakan apakah kita sebagai pribadi kreatif sudah mendapatkan inti dari pendidikan desain itu sendiri, yang kelak dapat kita gunakan sebagai amunisi kita dalam dunia kreatif kedepannya. Majalah Titik Dua merupakan majalah dwi-bulanan yang mengulas beragam isu dalam dunia desain komunikasi visual. Titik Dua dirancang oleh tim redaksi yang beranggotakan para mahasiswa Desain Komunikasi Visual dari School of Design Binus University.

Kontributor: . Priyanto Sunarto . Yongki Safanayong . Cecil Mariani . Surianto Rustan . Ferdinand Indrajaya
. Resita Kuntjoro Jakti . Sandy Karman . Indra Menus .

Titik Dua #6 “Templathink”

Dalam edisi ke-6, Titik Dua mengangkat isu bagaimana pola pemikiran siap pakai dalam desain — atau yang biasa kita kenal sebagai template – disamping dapat membantu proses desainer dalam berkarya, juga dapat membunuh kreativitas desainer itu sendiri. Kalau sudah ada template dalam desain, untuk apa lagi ada desainer grafis? Oleh karena itu, kami akan membahas bagaimana template berperan dalam proses desain termasuk konteks ketika template dimanfaatkan sebagai insan kreatif oleh desainer.

Titik Dua #7 “Design Authorship”

Dasar dari tema edisi kali ini adalah masalah bahwa seorang desainer sesungguhnya memiliki otoritas atas karyanya. Ia tidak harus selalu dibatasi oleh permintaan orang lain ketika berkarya, melainkan bisa menghasilkan karya-karya yang di dalamnya terdapat jiwa & otoritas desainer itu sendiri. Hanya saja seringkali desainer membatasi dirinya sendiri tanpa menyadari hal tersebut. Edisi #7 terbit tanggal 7 November 2015.

Kontributor: . Yasser Rizky . Vincent Hadiwijaya . Hagung Sihag . Dominique Rio Hadiwijaya . Dinda Puspitasari . Anita Rahardja . Visual Cerdas Indonesia .