Mixed Feelings 2.0

///Mixed Feelings 2.0

Mixed Feelings 2.0

Mixed Feelings yang diselenggarakan pada tanggal 2 April 2017 di That’s Life Coffee mencoba mengangkat tema dari diri kita sendiri. Mencoba mencari, mengenali, dan mengkritisi diri sendiri adalah cara Nykkhu, Criwill, Hwang Tony, Novan Anggono dan Liffi Wongso menemukan bahasa bercerita mereka didalam Atreyu Moniaga Project ini. Karya-karya mereka adalah proses mengenal diri sendiri dengan lebih baik, proses dimana mereka menyadarkan alam bawah sadar pada diri masing-masing, proses menemukan keseimbangan ketika pikiran kacau dan juga proses menemukan kedamaian dalam hati. Semua ditumpahkan dalam karya mereka yang tersirat dalam Mixed Feelings : The Story Unwritten diselesaikan dengan rapih, matang dan jujur. Pada musim Mixed Feelings ini Atreyu merasa perjuangan lima ilustrator muda ini sangat baik dan begitu piawai dalam mengontrol semangat dalam berkarya, mengambil keputusan, mengurus pameran, maupun menjaga hubungan baik satu dengan yang lain.

Begitu banyak perubahan cara bekerja dalam Mixed Feelings musim ini dibandingan dengan sebelumnya. Ada sebuah proses yang akan menjadi panutan bagi “rangers” di musim Mixed Feelings selanjutnya bagi Atreyu.

Sejak usia delapan tahun, Cristoforus Willy atau yang akrab disebut Criwill sudah memiliki hobi menggambar, setelah empat belas tahun perjalanannya dengan hobi tersebut, sampailah Criwill di Mixed Feelings musim ini dengan melukiskan pergumulannya mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk dalam gaya surrealism. Criwill menjadikan culture Jepang yang ia suka sebagai sebuah referensi yang menantang. Bagi Criwill, terjadi perubahan yang paling signifikan dalam dirinya saat tergabung dalam project ini, yaitu perubahan sifat, sifat yang menjadi lebih baik, sederhana, dan pribadi yang lebih terbuka. Harapan dari Criwill sangat sederhana, dengan bergabung dalam project ini, ia ingin menginspirasi banyak orang.

Berbeda dengan Criwill, Bagi Anthony Khoe atau yang akrab disebut Nykkhu, baginya proses Mixed Feelings menjadi lebih dari sekedar mengasah keterampilan dan mempersiapkan karya untuk pameran. Mengambil style abstrak dan menggunakan cat minyak tentunya memerlukan proses pembelajaran yang panjang. Energi yang ada di Mixed Feelings menjadi pelajaran yang membentuk dan mengubah hidup bagi Nykkhu. Nykkhu berharap, Mixed Feelings dapat menjadi sebuah cerita perjalanan yang tidak akan terlupakan dan menjadi inspirasi bagi teman-teman semua.

Proses Mixed Feelings yang dialami Hwang Tony tidaklah sama dengan Nykkhu. Kegagalan dari Mixed Feelings 1.0 menjadi kesempatan yang benar benar digunakan oleh Hwang untuk menunjukan kualiatas yang lebih baik. Mengakui kegagalan adalah titik balik yang penting bagi Hwang. Mixed Feelings 2.0 adalah kesempatan kedua untuk meletakkan namanya pada peta industri kreatif Indonesia, membuktikan kemampuan berkarya kepada publik dan kepada dirinya sendiri. Mahasiswa kelahiran tahun 1997 di Sambas, Kalimantan Barat ini sudah menggambar sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Berbekal mimpi suatu hari dapat terlibat sebagai ilustrator film animasi, membuat Hwang mengambil inspirasi dari sebuah cerita pendek karya Tampan Destawan dalam karya-karyanya di Mixed Feelings 2.0.

Bagi Liffi Wongso dengan style gambarnya yang seolah-olah merekam beraneka ragam mimpi, menggunakan warna warna terang yang dipadukan dengan berani, menjadi hal yang menyenangkan untuk project ini. Karyanya yang berjudul “Veni Vidi Amavi” menjadi karya favorit Liffi. Berawal dari kesukaannya terhadap kucing, Liffi sebenarnya punya cerita unik dibalik karyanya yang satu ini. Kucing yang dahulu ia miliki dan kini sudah mati, mendatanginya lewat mimpi. Di dalam mimpi tersebut, kucingnya seperti melepas rindu kepada Liffi, namun ditengah-tengah kejadian itu berlangsung, kucing itu hilang. Hal ini menjadi sesuatu yang dapat divisualisasikan olehnya lewat Mixed Feelings 2.0. Menurutnya, dengan terus berkarya, kita akan mendapat sesuatu yang lebih berharga. Menyenangkan sekali bagi Liffi dapat berkontribusi dalam project ini, ia tidak merasa terbebani sama sekali.

Dari semua “rangers”  Mixed Feelings, Novan Anggono atau biasa disapa Novan mengagkat tema yang paling berbeda, yaitu ilustrasi hand lettering. Novan menghadirkan koleksi karya seni kaligrafi yang melukiskan petikan-petikan kalimat dari tulisan Jewel ( musisi, penulis, dan aktris asal Amerika.) Harapan Novan untuk kedepannya adalah ia dapat berkolaborasi lagi dengan banyak ilustrator terkenal lainnnya.

Cerita dari karya-karya mereka membuat mereka semua memiliki rencana kedepannya, yaitu ingin membuat pameran seperti Mixed Feelings atau bahkan lebih besar lagi, membuat komik, mengembangkan ilustrasi ke dunia fashion, dan ingin membuat karya yang lebih baik lagi. Tiga dari lima “rangers” Mixed Feelings kali ini menuangkan kisah singkat mengenai awal mula mereka bergabung dalam project ini, dari mana mereka mendapatkan inspirasi, sampai tips and trick bagi mahasiswa/i yang ingin mendalami dunia ilustrasi.

Berikut adalah hasil wawancaranya:

Anthony Khoe

Bagaimana perjalanan Kak Nykkhu dapat bergabung dalam Mixed feelings?

  • Ka Atre itu kan salah satu dosen dikampus gue, Melihat dari Mixed Feelings 1.0 itu kan sudah berjalan. Akhirnya gue mencari tahu tentang Mixed feelings ini dari temen gue yang sudah ikut sebelumnya. Akhirnya karna gue merasa style gambar gue gini gini aja, akhirnya gue datang ke Ka Atre, minta bimbingan, lalu disitu gue dilatih dengan seratus sketsa dalam semingu. Terus menerus berlatih akhirnya tibalah gue pada Mixed feelings 2.0 ini dengan style gambar gue sekarang. Perubahan style yg gue rasakan pastinya menjadi pembelajaran untuk gue kedepannya untuk menjadi lebih baik.

Darimana biasanya Kakak mendapatkan inspirasi?

  • Kalo untuk referensi dan inspirasi misalnya kaya Tom Haugomat dengan style vectornya. Kalo dari Indonesia Atreyu Moniaga & Emte.

Bagaimana perkembangan ilustrasi di Indonesia menurut Kakak?

  • Setelah ikut project ini, aku dikenalkan dengan banyak ilustrator, aku lihat di Indonesia sekarang ini perkembangannya cukup baik, banyak anak anak yang jadi tertarik ke bidang ilustrasi.

Tips & Trick untuk Mahasiswa/i agar menjadi ilustrator yang baik?

  • Misalnya untuk mencari style,menurutku dan waktu itu Kak Atre juga pernah bilang, style itu jangan dicari. Gambar terus aja, gambar terus, gambar terus. Nanti seiring berjalannya waktu, akan ketemu sendiri kok style gambar kita. Selain itu, menurut gue yang penting adalah mentoring. Mungkin kita bisa mencoba trial & error sendiri, tapi bagaimanapun juga kita butuh bimbingan dari seseorang. Dan satu lagi no excuse, jangan membiarkan diri kita manja, karna gue percaya semangat itu datangnya dari situ.

Hwang Tony

Bagaimana perjalanan Kak Hwang bisa bergabung dalam Mixed Feelings?

  • Sebelumnya gue sudah ikut Mixed Feelings 1.0, tapi karna disitu karya gue belum siap akhirnya gue ikut yang Mixed Feelings 2.0 ini, pada saat itu gue bilang ke Kak Atre kalo karya gue sudah lebih siap dari sebelumnya. Dan akhirnya gue bisa bergabung di Mixed Feelings 2.0 ini.

Darimana biasanya Kakak mendapatkan inspirasi?

  • Referensi dan inspirasi gue banyak ,misalnya dari buku, film, ilustrator-ilustrator lain. Kalo dari illustrator Indonesia gue mengidolakan Kak Atre dan Emte pastinya, mereka berdua jago.

Bagaimana perkembangan ilustrasi di Indonesia menurut Kakak?

  • Ilustrasi lagi naik banget sih menurut gue di Indonesia, sudah banyak industri2 yang merekrut para ilustrator untuk project mereka. Selain ilustrasi,komik sekarang juga sedang naik daun menurut gue.

Tips & Trick untuk Mahasiswa/i agar menjadi illustrator yang baik?

  • Karna gue dari jurusan DKV, gue lihat DKV kan banyak banget nih tugasnya, susah untuk kerja sampingan, tidur malam terus, disini gue melihat justru kita harus menghasilkan karya yang lebih. Dengan latihan terus menerus dan gak males malesan kita bisa membuat karya yang lebih bagus. Menurut gue kita harus research juga untuk karya-karya kita,perlu nanya orang sekitar tentang karya kita.

Novan Anggono

Bagaimana perjalanan Kak Novan bisa bergabung dalam Mixed feelings?

  • Aku ngerasa kuliah nih seperti tidak ada tujuan gitu awalnya, nah setelah aku kenal Kak Atre juga  akhirnya disitu aku ditawarin Mixed feelings, dibimbing, latihan terus menerus, dan ada challenge tersendiri pastinya dalam project ini. Baru lah finalnya hari ini, pemeran ini.

Darimana biasanya Kakak mendapatkan inspirasi?

  • Kalo aku sih biasanya ngeliat dari instagram,kan banyak tuh yang suka ngepost2 hasil ilustrasinya. Dari situ aku ngambil ornamen-ornamennya dan warna. Kalo dari ilustrator Indonesia banyak sih yang aku suka, menurutku yang penting bagus karyanya.

Bagaimana perkembangan ilustrasi di Indonesia menurut Kakak?

  • Perkembangannya mungkin menurutku udah bagus banget, cuman mungkin anak anaknya kurang di expose sih menurutku.  Orang orang awam misalnya tuh kurang tau anak-anak yang jago dibidang ilustrasi tuh perkembagannya sudah sejauh apa.

Tips & Trick untuk Mahasiswa/i agar menjadi illustrator yang baik?

  • Untuk tipsnya sih dimulai dari diri sendiri dulu ya. Tanya ke diri sendiri dulu pengen ga masuk ke ilustrasi, kalo pengen ya dalemin dunia ilustrasi lebih lanjut. Cari tahu apa yang kita suka agar dapat feelingnya. Aku awalnya juga gitu sih,kaya kurang dapet gitu feelnya, tapi aku karna otodidak jadi lama kelamaan dapet feel ilustrasinya.

Editor : Angelika Samara
Jurnalis : Maura Zulfa
Foto : Joshua Theodorus

By | 2017-05-30T10:54:26+00:00 April 11th, 2017|Medium|Comments Off on Mixed Feelings 2.0

About the Author: