Jakarta Creative Hub

///Jakarta Creative Hub

Jakarta Creative Hub

Jakarta Creative Hub ( JCH ) telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pada hari Rabu, 1 April 2017. Jakarta Creative Hub meupakan fasilitas yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk masyarakat yang ingin memulai bisnis terutama di bidang industri kreatif yang bertujuan untuk memajukan industri kreatif lokal. Berlokasi di Lt. 1 Grha Niaga Thamrin, Jl. KH. Mas Mansyur, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan memiliki luas tanah sebesar 1500 meter persegi.

Jakarta Creative Hub diramaikan oleh antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan dikarenakan jadwalnya yang masih berstatus Open House hingga akhir Maret 2017. Terdapat beberapa mural di tembok oleh desainer ternama untuk meningkatkan daya tarik tempat ini, banyak orang dari media dan pengunjung yang saat itu berfoto-foto. JCH memiliki 3 fasilitas ruang kelas, yaitu A, B, dan C. Terdiri dari makerspace yang berisi mesin-mesin produksi, co-office atau kantor bersama sebanyak 12 unit yang masing-masingnya berukuran 12 meter persegi, perpustakaan, ruang meeting dan juga kafe.

Dilengkapi mesin 3D Printing yang terdapat di makerspace, laser cutting, woodworking, mesin jahit dan obras, leather work-space, serta mesin-mesin pengolah kayu, Fasilitas di JCH diyakini untuk mendukung lima bidang usaha yakni kriya, fashion, desain komunikasi visual (DKV), arsitektur dan desain produk. Fasilitas ini boleh digunakan oleh para pelaku industri kreatif. Eka Prawira yang saat ini adalah koordinator makerspace mengatakan, “Mesin-mesin ini hanya akan digunakan oleh anggota JCH yang sudah mengikuti workshop sebelumnya.”

Dijelaskan kembali bahwa tempat ini hanya untuk research dan pembuatan prototype saja, bukan untuk produksi masal. Untuk co-office, masyarakat Jakarta yang ingin menyewa, harus merupakan pelaku industri kreatif.

Adapun syarat utama bagi pelaku industri kreatif yang ingin mendaftarkan co-office di JCH diantaranya adalah:

  1. Penanggung jawab pemilik KTP DKI
  2. Menyerahkan proyeksi atau rencana pengembangan bisnis (business plan) untuk 3 tahun ke depan
  3. Bergerak dalam industri kreatif (arsitek, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, kriya, branding & digital marketing, IOT, production, dan desain packaging)
  4. Jangka waktu sewa paling lama 1 tahun dan tidak bisa diperpanjang setelahnya
  5. Memiliki bisnis yang sudah berjalan minimal 6 bulan

Syarat tambahan:

  1. Penentuan calon pengguna akan dilakukan melalui seleksi
  2. Wajib memberikan kontribusi bagi Jakarta Creative Hub dan industri kreatif seperti workshop dan mentoring gratis
  3. Bisnis kurang dari 3 tahun
  4. Belum memiliki kantor formal
  5. Bukan merupakan anak perusahaan dari perusahaan lain yang sudah berjalan
  6. Selama bulan April sampai September 2017 biaya sewa disubsidi

Di Jakarta Creative Hub ini, akan ada kelas mentoring untuk pelatihan entrepreneur muda, yang sangat diharapkan melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang kreatif, sukses, dan memiliki visi kedepannya.

Editor : Angelika Samara

Jurnalis : Nada Khafia Arizi P.

Foto : Nada Khafia Arizi P.

By | 2017-05-30T10:54:16+00:00 April 18th, 2017|Light|Comments Off on Jakarta Creative Hub

About the Author: