Pameran Solo Triyadi Guntur Wiratmo “Between The Lines”

///Pameran Solo Triyadi Guntur Wiratmo “Between The Lines”

Pameran Solo Triyadi Guntur Wiratmo “Between The Lines”

Rachel Gallery mempersembahkan pameran tunggal Triyadi Guntur Wiratma yang bertempat di Galeri Nasional, Jakarta Pusat pada 10-22 April 2017. Pameran ini dikurasi oleh Rizki A. Zaelani. Triyadi Guntur sendiri adalah seorang seniman, sekaligus dosen jurusan Desain Komunikasi Visual. Beliau juga aktif berpameran didalam dan luar negeri.

Lukisan-lukisan ‘potret’ atau realism yang Triyadi kerjakan pada pameran ini, merupakan potret dari sosok bersejarah, diantaranya R.A Kartini, Che Guevara, Karl Marx, Chairil Anwar dll. Pada lukisanya, Triyadi menggambarkan pose sikap-sikap tubuh yang tengah “bercerita”. Beliau ingin mengomunikasikan bagaimana mereka dikisahkan dalam narasi sejarah. Baginya, sejarah bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan nilai persepsi. Triyadi sangat tertarik akan perubahan dan perkembangan pengetahuan realitas sejarah.

Teknik lukisan-lukisan Triadi memiliki kecendrungan pada drawing, dan teknik-teknik lain seperti dengan media cat minyak dan teknik sulaman benang. Penggabungan teknik tersebut merupakan suatu cara untuk menunjukkan bahwa garis-garis memiliki peran penting pada lukisannya. Dalam lukisannya, Triyadi ingin berkomunikasi langsung dengan situasi sosial-budaya masa kini, Triyadi berkata semua karya yang ia buat tidak memiliki makna yang pasti, ia justru terbuka dan mempersilahkan penikmat karyanya untuk menemukan dan menikmati kesimpulannya sendiri.

Sebagai seorang seniman Triyadi berusaha untuk meraba fungsi ekspresi seni untuk membangun kesadaran sosial dan budaya. Triyadi selalu melakukan riset terhadap persoalan lukisan-lukisannya. Lukisannya mengandung pesan kritis dimana ia memasuki persoalan sejarah yang terkait pada penafsiran sosial-politik yang intens. Meski karnyanya mengandung komentar sosial, Triyadi tidak sepenuhkan menyatakan pendapat politik pribadinya, melainkan menghadirkan renungan sosial serta pemahaman budaya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Judul Between The Line tak hanya bermakna ideomatik sebagai ‘sesuatu yang tersirat’, sebagaimana kita diundang untuk ‘meliat apa yang tidak terlihat’, pada lukisan Triyadi menjelaskan pengalaman, ketertiban, harmoni dan tumoukan garis  secara intens sebagai hal ‘yang tersurat’ pada karyanya tersebut. Bahasa dan pesan visual memang tidak langsung menunjukan maksud tertentu, tetapi lebih kepada proses penafsirannya.

Unduh katalog disini Catalog_BetweenTheLines_Indo

Editor : Vincent

Jurnalis : Sally Manullang

Foto : Sally Manullang

By |2017-05-30T10:54:07+00:00May 1st, 2017|Light|Comments Off on Pameran Solo Triyadi Guntur Wiratmo “Between The Lines”

About the Author: