Branding Bukan Sekedar Logo, Produk, dan Identitas Perusahaan

///Branding Bukan Sekedar Logo, Produk, dan Identitas Perusahaan

Branding Bukan Sekedar Logo, Produk, dan Identitas Perusahaan

ArtMAX MAGAZINE adalah majalah desain interior dan komunikasi visual yang diterbitkan sekaligus merupakan bagian dari kegiatan kemahasiswaan BEM Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara. Pada tanggal 29 April 2017, ArtMAX MAGAZINE menyelenggarakan Talkshow The Essence of Packaging & Branding oleh Mr. Ismiaji Cahyono (Bureau Chief of DGI) dan Mr. Mario Utama (Creative Principal of Rubicube) yang diadakan di Indonesia Design Development Center pukul 11.00 dini hari. Para peserta yang datang dari berbagai universitas tidak hanya mendapatkan ilmu tentang packaging dan branding, namun dilengkapi juga dengan pameran karya-karya mahasiswa Universitas Tarumanegara yang sangat menarik. Rangkaian acara ini berlangsung dari tanggal 29 April hingga 5 Mei 2017. Yang mana, pembukaannya tidak hanya diisi dengan workshop 3D printing, namun dengan talkshow dan sekaligus sebagai momentum launching ArtMAX MAGAZINE volume 11. ArtMAX MAGAZINE secara resmi merilis volume ke-11 bertemakan LESS IS MORE. Perilisan majalah berlangsung pada acara pembukaan bertajuk ESSENCE – Launching ArtMAX MAGAZINE VOLUME 11.

sumber : dokumentasi ArtMAX

Pada talkshow kali ini, Bapak Ismiaji selaku Bureau Chief of DGI membagi ilmunya dalam mendesain sebuah kemasan. Dari mulai kemasan makanan hingga produk. Menurutnya, tidak hanya efisiensi saja yang dibutuhkan saat kita mendesain kemasan. Banyak hal yang harus diperhatikan saat mendesain kemasan produk, seperti kita harus memperhatikan modifikasi, bagaimana proses produksi, pengamatan dari sisi marketing, hingga bagaimana menaruh elemen ilustrasi yang tepat pada suatu kemasan.

Bagi Bapak Ismiaji, packaging adalah bagian dari branding. Branding tidak hanya sekedar membuat packaging yang bagus, tetapi kita sebagai seorang desainer juga harus memikirkan sudut pandang customer saat menerima produk kita. Karena branding sesungguhnya adalah membuat pengalaman untuk costumer. Pengalaman saat melihat produk itu, membuka produk itu, sampai menggunakan produk itu. Mem-branding lewat desain packaging tentunya juga harus menyentuh emosi costumer. Karena pada saat kita mendesain packaging tersebut, ada nilai-nilai budaya, kreativitas, dan teknologi yang kita sisipkan dalam packaging tersebut.

Bagi Kak Mario, sebuah brand tentu memiliki cerita tersendiri. Kak Mario yang adalah Creative Principal & CEO of Rubicube Creative, Weirdo, Cranium, dan Go!Go!Go! ini menjelaskan bahwa membentuk sebuah brand bukan hanya membuat sebuah logo, namestyle ataupun corporate identity, namun juga membentuk mindset dan organisasi yang baik pada brand tersebut. Kak Mario menjelaskan bahwa branding bukanlah sebuah logo. Branding juga bukan sebuah produk. Branding juga bukan sebuah corporate identity. Sama seperti yang Bapak Ismiaji tuturkan, bahwa branding adalah membentuk sebuah emotion, attention, imagination. Karena ketika kita membeli suatu barang, kita membeli barang tersebut tidak karena logo yang bagus, tidak karna packaging yang menarik, tidak juga karena warnanya yang eye catching, tapi karena ada kesan disana, ada rasa kebutuhan pada produk tersebut, ada gengsi tersendiri saat membeli produk tersebut.

Branding juga bisa berupa inovasi pada masa tertentu. Inovasi itulah yang membuat sebuah mindset di otak kita sehingga kita selalu ingat dengan hal itu. Misalnya sebuah air mineral yang suka kita sebut, aqua. Nyatanya kita tidak membeli brand aqua, namun karna mindsetaqua” tersebut sudah ada di otak kita, kita secara tidak sadar terus menerus menyebut aqua sebagai air mineral kita sehari-hari. Contoh itu dipaparkan langsung oleh Kak Mario karena menurutnya banyak sekali brand yang secara tidak langsung sudah ada di alam bawah sadar kita, tanpa perlu kita ingat logo, warna maupun kualitasnya. Jadi pada intinya, membentuk sebuah brand seperti membentuk sebuah mindset baru yang dapat dibumbui oleh budaya kita, kreativitas, dan teknologi. Branding juga menciptakan sebuah emosi atau kesan pada pembeli, membuat attention tersendiri dan membuat pembeli berimajinasi tentang produk itu. Branding bukan hanya sebuah logo, namestyle ataupun ilustrasi. Namun branding adalah mengenai membentuk rasa pada seseorang secara tidak langsung.

Editor : Angelika Samara

Jurnalis : Maura Zulfa

By |2017-05-16T12:21:28+00:00May 16th, 2017|Light|Comments Off on Branding Bukan Sekedar Logo, Produk, dan Identitas Perusahaan

About the Author: