Pameran Studio Terbuka, di Mutual Unknown

///Pameran Studio Terbuka, di Mutual Unknown

Pameran Studio Terbuka, di Mutual Unknown

Pada umumnya, mengunjungi pameran seni di sebuah galeri berarti melihat karya yang diletakkan di dalam ruang tersebut, namun berbeda dengan pameran “Mutual Unknown”. Ibarat studio terbuka, pengunjung berkesempatan untuk berinteraksi, bertukar pendapat, dan bereksperimen bersama dengan sembilan seniman muda yang terpilih dari Asia Tenggara.

source : http://blj.co.id/2017/06/13/art-review-mutual-unknown/

Sebuah pameran berbasis proses dari CuratorsLab yang didukung oleh Goethe Institut dan Galeri Nasional Indonesia, yaitu “Mutual Unknown” merupakan sebuah istilah yang diajukan oleh CuratorsLab merujuk pada fakta bahwa kita masih harus belajar mengenai satu dengan yang lain. Sesuai dengan pendapat Henry Tan, kurator pameran “Mutual Unknown” yaitu, “Kami tidak ingin pameran seni itu sekedar memajang karya, tapi kami memilih berbasis riset dan karya yang on-site dan on going di galeri, karena kita sama-sama belajar, ide itu yang mendasari pameran “Mutual Unknown”.

source : http://blj.co.id/2017/06/13/art-review-mutual-unknown/

Pada bagian dengan Gedung A di Galeri Nasional Indonesia, terdapat instalasi kursi yang tersusun hingga menyentuh candelier. Karya seni instalasi ciptaan Nuttapon Sawasdee (Thailand) menyapa pengunjung yang masuk. Selain itu, terdapat karya unik dari Thuy Tien Nguyen (Vietnam) yang meneliti pola konsumsi mie instan terhadap dua negara, dilengkapi degan parfume dari bumbu-bumbu mie instan dan karya menanam mie. Sedangkan Nuttapon Sawasdee melibatkan kehadiran para pengunjung untuk karya akhirnya. Dimana pengunjung yang berinteraksi dengannya saling memotong rambut satu sama lain, rambut tersebut akan beliau gunakan dalam karya akhirnya. Para pengunjung dipersilakan menuliskan namanya di tembok setelah melakukan interaksi bersama Nuttapon Sawasdee.

source : http://blj.co.id/2017/06/13/art-review-mutual-unknown/

“Mutual Unknown” diadakan pada tanggal 2 – 17 Juni 2017, bertempat di Galeri Nasional Indonesia. Dikarenakan konsep pameran ini berupa studio terbuka, seniman akan berkarya saat pameran berlangsung sehingga karya yang ditampilkan sebelum tanggal 16 Juni bukanlah karya akhir mereka. Karya akhir serta Final Presentation dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 Juni 2017. Diisi oleh sembilan seniman muda dari Asia Tenggara antara lain, Azam Aris (Malaysia), Fajar Abadi (Indonesia), Kaung Myat Thu (Myanmar), Leonard Yang (Singapura), Noy Xayatham (Laos), Nuttapon Sawasdee (Thailand), Renz Lee (Filipina), Tan Vatey (Kamboja), dan Thuy Tien Nguyen (Vietnam).

source : http://blj.co.id/2017/06/13/art-review-mutual-unknown/

Pameran ini menjadi sangat menarik, sebab pengunjung dapat bertukar pikiran dan berinteraksi langsung dengan para seniman. Hal ini merupakan pencapaian target dari CuratorsLab yaitu, dimanapun kita dan siapapun kita, baik para seniman maupun penikmat seni harus saling memperkaya ilmu, serta memfasilitasi pertanyaan pertanyaan bersama mengenai regional Asia Tenggara. Dengan kata lain, “Mutual Unknown” dapat menyajikan proses penciptaan dan berkarya melalui perbedaan-perbedaan yang ada, entah budaya, maupun opini.

 

 

source : http://blj.co.id/2017/06/13/art-review-mutual-unknown/

Jurnalis : Euodia Louis

Editor : Angelika Samara

By | 2017-07-11T13:39:26+00:00 July 3rd, 2017|Light|Comments Off on Pameran Studio Terbuka, di Mutual Unknown

About the Author: