Desain Menjawab Kebutuhan Difabel, di Pameran SATU RUANG

///Desain Menjawab Kebutuhan Difabel, di Pameran SATU RUANG

Desain Menjawab Kebutuhan Difabel, di Pameran SATU RUANG

Pada tanggal 8 Juni 2017, SATU RUANG EXHIBITION yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan pada bulan Juni yang mengusung Tema “Melalui Desain, Membangun Kesadaran”, membuka kompetisi desain yang ditujukan bagi mahasiswa Arsitektur dan Desain Interior di seluruh Indonesia.

SATU RUANG adalah sebuah kompetisi desain untuk meningkatkan kepekaan sosial dalam menumbuhkan kesadaran akan kenyamanan kaum difabel atau disabilitas melalui karya-karya desain mahasiswa se-Indonesia dengan mottonya: “Banyak orang, beragam kebutuhan, satu ruang.” Kompetisi SATU RUANG menantang seluruh calon arsitek dan desainer interior muda Indonesia untuk menciptakan sebuah ruang pantai yang dapat dinikmati secara maksimal oleh kaum difabel.

Pameran SATU RUANG yang bertemakan “Melalui Desain, Membangun Kesadaran” ini diperkenalkan kepada masyarakat umum, dengan harapan akan timbulnya kesadaran di antara kalangan desainer dan juga masyarakat luas. Mereka adalah pengguna ruang yang sama dengan kita, namun dengan kebutuhan yang berbeda. Hal ini muncul ketika Joshua Aditama selaku Ketua Umum, menuturkan bahwa kompetisi ini merupakan sebuah sarana bagi desainer muda nusantara untuk menunjukkan jati diri seseorang desainer yang tidak hanya mementingkan estetika saja.

Acara ini terdiri atas sayembara atau kompetisi yang berlangsung sampai tanggal 9 Juni dan pameran hasil karya  yang diselenggarakan pada tanggal 6- 8 Juli 2017 di Galeri Salihara, Pasar Minggu, dan dibuka untuk umum pada pukul 09.00-17.00 WIB. Tema yang kali ini diambil untuk sayembara yaitu tentang bagaimana Indonesia memiliki arus pantai terpanjang kedua di dunia, yang seharusnya pantai ini dengan seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, namun kenyataaanya kaum difabel masih mengalami kesulitan untuk merasakan keindahan pantai yang berkesan.

Beragam karya yang terpajang telah terkurasi dengan baik dan memiliki keunikan konsep nya masing-masing, instalasi desain pameran SATU RUANG ini dibagi menjadi beberapa zona. Saat masuk pengunjung akan memasuki zona interaktif, yang terinspirasi dari kaum tuna netra yang diabstrasikan melalui partisi hitam. Pengunjung pun bisa merasakan tema suasana pantai yang sesuai denga kompetisi ini melalui tekstur pasir yang ada di lantai. Zona berikutnya disuguhi beberapa karya terbaik hasil kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa Arsitektur dan Desain Interior dari berbagai Universitas di Indonesia. Di sisi lainnya pengunjung juga bisa melihat dan merasakan tirai transparan yang mengartikan ketiadaan batas di antara kita dan kaum difabel, baik secara fisik maupun sosial.

Editor : Angelika Samara

Jurnalis : Nada Khafia Arizi P.

Foto : Nada Khafia Arizi P.

By | 2017-07-11T13:28:41+00:00 July 11th, 2017|Light, Posts|Comments Off on Desain Menjawab Kebutuhan Difabel, di Pameran SATU RUANG

About the Author: